”CIRI CIRI PEMBICARA YANG IDEAL”
1.
Dapat memilih topik
Pembicara yang baik akan memilih topik atau
materi pembicaraan yang menarik, aktual bagi dirinya maupun bagi pendengarnya.
Ia dapat mempertimbangkan minat, hasrat dan kebutuhan pendengarnya. Bila
pembicaran menarik bagi pembicara ia akan dapat berbicara dengan lancar dan
dalam mempersiapkannya pembicaanpun akan berusaha semaksimal mungkin.
Pembicaraan yang menarik bagi pendengar akan menarik simpati, perhatian dipihak
pendengar .
2.
Menguasai materi
Pembicara yang baik berusaha menguasai dan
mendalami materi yang akan disampaikan. Ia berusaha mempelajari, menelaah
berbagi sumber acuan, baik berupa buku, majalah, artikel, dan sumber yang lain
yang dapat dimanfaatkan sebagai pemerkaya dan bukti materi pembicaraan.
Berbagai sumber pembicaraan ditelaah dari beragam sudut pandang sehingga jelas
kaitannya dengan ilmu yang relevan.
3.
Memahami latar belakang pendengar sebelum
pembicaran berlangsung.
Pembicara yang baik berusaha mengumpulkan
berbagai informasi tentang pendengarnya, misalnya: jumlah, jenis kelamin,
pekerjaan, tingkat kecerdasan, minat. Bahkan perasaan pendengar tentang topik
yang akan dibawakannya sudah diramalkan apakah para pendengar akan simpati,
apatis atau antipatik.
4.
Mengetahui situasi
Situasi yang menaungi pembicaraan perlu
diperhatikan oleh pembicara yang baik. Pembicara yang baik akan berusaha untuk
mengidentifikasi ruangan, waktu, sarana prasarana, dan suasana. Ruangan
meliputi: luas, tempat duduk, podium, sirkulasi udara, dan penerangan. Waktu
pagi, siang, sore, malam sebelum dan sesudah istirahat makan. Sarana prasarana
meliputi pengeras suara, akustik, OHP, dan sebagainya. Suasana tenang, gaduh,
dan bising.
5.
Tujuan jelas
Tujuan yang dirumuskan secara jelas, tegas,
gamblang akan membantu efektifitas pembicaraan. Pembicara yang baik mengetahui
dengan persis hendak kemana pendengar dibawa. Apakah pendengar hendak dihibur,
diberi informasi, diyakinkan atau distimulasi. Dengan demikian pembicara
mengetahui dengan pasti respon yang akan diberikan oleh para pendengar.
6.
Kontak
dengan pendengar
Pembicara yang baik akan selalu mempertahankan
pendengarnya. Ia berusaha memahami reaksi, emosi pendengar. Ia mengusahakan
adanya kontak batin dengan pendengar lewat pandangan mata, perhatian, anggukan
atau senyuman.
7.
Berkemampuan
linguistik dan nonlinguistik tinggi
Pemilihan kata atau ungkapan, kalimat yang
tepat untuk menguraikan pendapat akan sangat membantu pembicara dalam
menguraikannya, disamping itu ucapan, pelafalan, dan intonasi tidak dapat
diabaikan. Pembicara perlu pula memanfaatkan kemampuan dan keterampilan
nonlingusitik untuk mengaktifkan pembicaraan, misalnya gerak-gerik, mimik,
pantomimik.
8.
Menguasai pendengar
Pandai menarik perhatian pendengar merupakan
hal yang sangat positif bagi pembicara dengan gaya yang menarik dan simpatik ia
dapat mengarahkan dan memusatkan perhatian para pendengarnya untuk mengikuti
pembicaraan. Kemampuan membuka dan mengakhiri pembicaraan merupakan bagian
diantaranya.bila perhatian pendengar sudah mulai menurun, pembicara berusaha
untuk menbangkitkan kembali denga keterampilannya. Bila perhatian pendengar
sudah tertarik kepada pembicaraan berarti pembicara dapat menguasai,
mengontrol, dan mempengaruhi pendengar.
9.
Memanfaatkan alat bantu
Pemanfaatan alat bantu seperti: diagram, skema,
statistik, gambar akan sangat membantu kejelasan pembicaraan, akan lebih
mengefektifkan pembicaraan bila pembicara pandai memberikan ilustrasi yang
mengena sesuai dengan lingkungan pendengarnya.
10. Penampilan
meyakinkan
Pembicara yang baik akan selalu tampil
meyakinkan pendengarnya. Tingkah laku, gaya bicara, bahasa, cara berpakaian,
dan berkepribadian sederhana tetapi tetap berwibawa akan menimbulkan simpati
pendengar. Hal-hal tersebut menambah keberhasilan pembicara dalam menyampaikan
pembicaraan kepada halayak.
11. Berencana
Segala sesuatu yang direncanakan hasilnya akan
lebih baik daripada yang tidak direncanakan samasekali. Oleh karena itu,
pembicara yang baik telah merencanakan pembicaran sejak dini : memilih topik,
memahami atau mengkaji topik, menganalisis pendengar dan situasi, menyusun
kerangka, menguji coba, dan upaya-upaya untuk meyakinkan pendengar. Pembicara
telah membayangkan skenario pembicaraan.