Rabu, 12 November 2014

Ciri Ciri Pembicara Ideal



”CIRI CIRI PEMBICARA YANG IDEAL”

1.      Dapat memilih topik
Pembicara yang baik akan memilih topik atau materi pembicaraan yang menarik, aktual bagi dirinya maupun bagi pendengarnya. Ia dapat mempertimbangkan minat, hasrat dan kebutuhan pendengarnya. Bila pembicaran menarik bagi pembicara ia akan dapat berbicara dengan lancar dan dalam mempersiapkannya pembicaanpun akan berusaha semaksimal mungkin. Pembicaraan yang menarik bagi pendengar akan menarik simpati, perhatian dipihak pendengar .

2.      Menguasai materi
Pembicara yang baik berusaha menguasai dan mendalami materi yang akan disampaikan. Ia berusaha mempelajari, menelaah berbagi sumber acuan, baik berupa buku, majalah, artikel, dan sumber yang lain yang dapat dimanfaatkan sebagai pemerkaya dan bukti materi pembicaraan. Berbagai sumber pembicaraan ditelaah dari beragam sudut pandang sehingga jelas kaitannya dengan ilmu yang relevan.

3.      Memahami latar belakang pendengar sebelum pembicaran berlangsung.
Pembicara yang baik berusaha mengumpulkan berbagai informasi tentang pendengarnya, misalnya: jumlah, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat kecerdasan, minat. Bahkan perasaan pendengar tentang topik yang akan dibawakannya sudah diramalkan apakah para pendengar akan simpati, apatis atau antipatik.

4.      Mengetahui situasi
Situasi yang menaungi pembicaraan perlu diperhatikan oleh pembicara yang baik. Pembicara yang baik akan berusaha untuk mengidentifikasi ruangan, waktu, sarana prasarana, dan suasana. Ruangan meliputi: luas, tempat duduk, podium, sirkulasi udara, dan penerangan. Waktu pagi, siang, sore, malam sebelum dan sesudah istirahat makan. Sarana prasarana meliputi pengeras suara, akustik, OHP, dan sebagainya. Suasana tenang, gaduh, dan bising.

5.      Tujuan jelas
Tujuan yang dirumuskan secara jelas, tegas, gamblang akan membantu efektifitas pembicaraan. Pembicara yang baik mengetahui dengan persis hendak kemana pendengar dibawa. Apakah pendengar hendak dihibur, diberi informasi, diyakinkan atau distimulasi. Dengan demikian pembicara mengetahui dengan pasti respon yang akan diberikan oleh para pendengar.




6.       Kontak dengan pendengar
Pembicara yang baik akan selalu mempertahankan pendengarnya. Ia berusaha memahami reaksi, emosi pendengar. Ia mengusahakan adanya kontak batin dengan pendengar lewat pandangan mata, perhatian, anggukan atau senyuman.

7.       Berkemampuan linguistik dan nonlinguistik tinggi
Pemilihan kata atau ungkapan, kalimat yang tepat untuk menguraikan pendapat akan sangat membantu pembicara dalam menguraikannya, disamping itu ucapan, pelafalan, dan intonasi tidak dapat diabaikan. Pembicara perlu pula memanfaatkan kemampuan dan keterampilan nonlingusitik untuk mengaktifkan pembicaraan, misalnya gerak-gerik, mimik, pantomimik.

8.      Menguasai pendengar
Pandai menarik perhatian pendengar merupakan hal yang sangat positif bagi pembicara dengan gaya yang menarik dan simpatik ia dapat mengarahkan dan memusatkan perhatian para pendengarnya untuk mengikuti pembicaraan. Kemampuan membuka dan mengakhiri pembicaraan merupakan bagian diantaranya.bila perhatian pendengar sudah mulai menurun, pembicara berusaha untuk menbangkitkan kembali denga keterampilannya. Bila perhatian pendengar sudah tertarik kepada pembicaraan berarti pembicara dapat menguasai, mengontrol, dan mempengaruhi pendengar.

9.      Memanfaatkan alat bantu
Pemanfaatan alat bantu seperti: diagram, skema, statistik, gambar akan sangat membantu kejelasan pembicaraan, akan lebih mengefektifkan pembicaraan bila pembicara pandai memberikan ilustrasi yang mengena sesuai dengan lingkungan pendengarnya.

10.  Penampilan meyakinkan
Pembicara yang baik akan selalu tampil meyakinkan pendengarnya. Tingkah laku, gaya bicara, bahasa, cara berpakaian, dan berkepribadian sederhana tetapi tetap berwibawa akan menimbulkan simpati pendengar. Hal-hal tersebut menambah keberhasilan pembicara dalam menyampaikan pembicaraan kepada halayak.

11.  Berencana
Segala sesuatu yang direncanakan hasilnya akan lebih baik daripada yang tidak direncanakan samasekali. Oleh karena itu, pembicara yang baik telah merencanakan pembicaran sejak dini : memilih topik, memahami atau mengkaji topik, menganalisis pendengar dan situasi, menyusun kerangka, menguji coba, dan upaya-upaya untuk meyakinkan pendengar. Pembicara telah membayangkan skenario pembicaraan.